Siapa bilang kalau mau merasakan suasana ala Kyoto atau Tokyo kamu harus merogoh kocek dalam-dalam buat beli tiket pesawat ke luar negeri? Buat warga Jawa Timur, khususnya Arek-Arek Suroboyo, ternyata ada lho beberapa titik wisata Surabaya seperti Jepang yang suasananya dapet banget. Nggak cuma sekadar mirip, tapi memang estetik parah buat konten media sosial kamu.
Surabaya belakangan ini memang lagi rajin-rajinnya mempercantik diri. Banyak lahan hijau yang disulap jadi taman-taman tematik yang keren. Kalau kamu lagi penat sama hiruk pikuk kota dan pengen healing tipis-tipis dengan nuansa Negeri Sakura, artikel ini bakal jadi panduan yang pas buat kamu. Yuk, intip di mana saja lokasinya!
Mengenal Tren Wisata Tematik di Kota Pahlawan
Belakangan, konsep wisata tematik memang lagi naik daun. Surabaya nggak mau kalah dengan Jakarta atau Bandung dalam urusan ini. Dengan pengelolaan tata kota yang makin rapi, beberapa sudut kota kini memiliki vegetasi dan arsitektur yang sengaja diarahkan untuk meniru vibe luar negeri.
Salah satu yang paling diminati tentu saja nuansa Jepang. Kenapa Jepang? Karena estetikanya yang minimalis, rapi, dan identik dengan bunga-bunga yang cantik sangat cocok dengan selera Gen Z dan milenial saat ini. Menariknya, tempat-tempat ini bisa kamu nikmati hampir tanpa biaya alias gratis karena sebagian besar adalah fasilitas umum milik Pemkot.
Rekomendasi Destinasi Wisata Surabaya Seperti Jepang
Berikut adalah 3 lokasi utama yang wajib masuk bucket list kamu kalau lagi cari suasana ala Jepang di Surabaya:
1. Hutan Bambu Keputih (Arashiyama-nya Surabaya)
Kalau di Kyoto ada Arashiyama Bamboo Grove yang tersohor itu, di Surabaya ada Hutan Bambu Keputih. Lokasinya ada di kawasan Surabaya Timur. Dulu, tempat ini merupakan lahan pembuangan sampah, tapi sekarang sudah disulap total menjadi hutan bambu yang rimbun dan tertata rapi.
- Lokasi: Jl. Raya Marina Asri, Keputih, Kec. Sukolilo, Surabaya.
- Daya Tarik: Rimbunnya pohon bambu yang berjejer menciptakan lorong hijau yang sangat mirip dengan suasana di Jepang. Cahaya matahari yang masuk di sela-sela batang bambu bikin suasana jadi magis banget, apalagi kalau kamu datang pagi-pagi sekali.
- Cocok Untuk: Fotografi pre-wedding, konten TikTok, atau sekadar jalan santai sore hari.
- Tips: Gunakan baju berwarna cerah atau sekalian pakai Kimono/Yukata kalau niat banget, biar fotonya makin kerasa “Jepang” banget.
2. Pagoda Tian Ti (Vibe Osaka yang Megah)
Meskipun namanya Pagoda Tian Ti dan lokasinya ada di kawasan Kenpark (Kenjeran Park), arsitektur bangunan ini sangat mengingatkan kita pada kastil-kastil atau kuil-kuil megah yang ada di Osaka atau Nara. Bangunan ini berdiri kokoh di pinggir laut dan dikelilingi oleh area lapang yang luas.
- Lokasi: Jl. Pantai Ria Kenjeran, Sukolilo Baru, Kec. Bulak, Surabaya.
- Daya Tarik: Struktur bangunannya sangat detail dengan warna merah dan emas yang dominan. Meski sebenarnya ini adalah replika dari Temple of Heaven di Beijing, banyak pengunjung yang merasa sudut-sudutnya sangat mirip dengan kuil di Jepang jika diambil dari sudut pandang (angle) tertentu.
- Cocok Untuk: Penggemar fotografi arsitektur dan sejarah.
- Tips: Datanglah saat sore hari (golden hour) untuk mendapatkan warna langit yang dramatis di belakang pagoda.
3. Taman Sakura (Taman Harmoni Keputih)
Tepat di sebelah Hutan Bambu Keputih, ada Taman Harmoni. Di sini terdapat area yang ditanami bunga Tabebuya. Nah, bunga Tabebuya inilah yang menjadi rahasia utama wisata Surabaya seperti Jepang. Saat bunga ini bermekaran secara serentak, tampilannya sangat menyerupai bunga Sakura yang ada di Jepang.
- Lokasi: Jl. Keputih Tegal Timur II No.249, Keputih, Kec. Sukolilo, Surabaya.
- Daya Tarik: Hamparan bunga warna-warni (pink, kuning, putih) yang sangat cantik. Di sini juga ada area bermain anak dan taman bunga yang tertata sangat rapi layaknya taman-taman di pinggiran kota Tokyo.
- Cocok Untuk: Wisata keluarga dan piknik santai.
- Tips: Cek musim mekar bunga Tabebuya (biasanya sekitar bulan September atau Oktober) untuk mendapatkan pengalaman maksimal.
Mengapa Tabebuya Jadi Primadona di Surabaya?
Fenomena mekarnya bunga Tabebuya di jalanan protokol Surabaya selalu menjadi viral setiap tahunnya. Bunga yang aslinya berasal dari Amerika Latin ini memang memiliki karakteristik visual yang sangat mirip dengan Sakura yang menjadi bunga nasional Jepang. Pemerintah kota sengaja menanam ribuan pohon ini agar udara kota lebih bersih sekaligus memberikan nilai estetika yang tinggi.
Selain di taman-taman yang disebutkan di atas, kamu juga bisa menikmati pemandangan ini di sepanjang Jalan Ahmad Yani atau Jalan Raya Darmo. Jadi, kalau pas musimnya tiba, kamu nggak perlu masuk ke tempat wisata khusus, cukup berkendara di jalanan Surabaya saja sudah berasa lagi road trip di Jepang!
Jangan lupa juga untuk menyimak rekomendasi wisata Surabaya hits lainnya agar petualanganmu di Kota Pahlawan makin lengkap dan tidak membosankan.
Tips Menikmati Wisata Surabaya Seperti Jepang
Agar kunjungan kamu makin berkesan dan nggak zonk, coba terapkan beberapa tips simpel ini:
- Cek Kondisi Cuaca: Surabaya terkenal panas, jadi kalau mau ke tempat terbuka seperti Hutan Bambu atau Taman Harmoni, sebaiknya datang sebelum jam 9 pagi atau setelah jam 4 sore.
- Siapkan Memori Kamera: Kamu bakal banyak mengambil foto karena sudut-sudutnya memang se-estetik itu.
- Jaga Kebersihan: Tempat-tempat ini indah karena dirawat dengan baik. Jangan buang sampah sembarangan atau memetik bunga sembarangan ya!
- Gunakan Ojek Online: Beberapa lokasi seperti Keputih mungkin agak masuk ke dalam, menggunakan ojek online bakal lebih praktis daripada membawa mobil besar jika hanya pergi berdua.
Kesimpulan
Surabaya benar-benar membuktikan bahwa keindahan dunia bisa dibawa ke tingkat lokal. Kehadiran wisata Surabaya seperti Jepang ini memberikan alternatif hiburan yang murah namun tetap berkelas bagi warganya. Menurut opini saya pribadi, yang paling juara kemiripannya tetap Hutan Bambu Keputih, apalagi kalau kamu bisa ambil foto dengan teknik low angle, pasti nggak bakal ada yang menyangka kalau itu ada di Surabaya.
Jadi, kapan nih mau ajak teman atau pasangan buat nglencer ke tempat-tempat estetik ini? Pastikan kamera siap, outfit oke, dan selamat berburu foto ala Jepang di Surabaya!
Pertanyaan Umum Seputar Wisata Surabaya Seperti Jepang
Apakah masuk ke Hutan Bambu Keputih Surabaya bayar?
Untuk saat ini, masuk ke area Hutan Bambu Keputih umumnya tidak dikenakan biaya tiket masuk alias gratis, kamu hanya perlu membayar biaya parkir kendaraan saja.
Kapan bunga Tabebuya di Surabaya mekar?
Bunga Tabebuya biasanya mekar secara maksimal dua kali setahun, yaitu pada puncak musim kemarau sekitar bulan September hingga Oktober, atau kadang di awal musim hujan.
Apakah ada persewaan baju Jepang di lokasi wisata tersebut?
Beberapa kali ada penyedia jasa sewa Kimono portabel di sekitar Taman Harmoni atau Kenpark saat akhir pekan, namun sangat disarankan untuk membawa atau menyewa sendiri dari luar jika ingin lebih pasti.
Lokasi mana yang paling mirip dengan Jepang?
Secara visual, Hutan Bambu Keputih paling sering disebut mirip dengan Arashiyama di Kyoto, sedangkan Jalan Ahmad Yani saat Tabebuya mekar paling mirip dengan jalanan di Jepang saat musim semi.



